Pemilihan Lem Pipa untuk Instalasi Plumbing

Banyak yang menganggap sepele
perihal plumbing atau perpipaan, apalagi menyebut lem pipa yang notabene tidak banyak yang mengetahui jenisnya.
Hal itu bisa terjadi karena sistem pipa saluran tidak terlihat dari luar
seperti halnya pintu, jendela dan atap. Padahal saluran pembuangan juga
memiliki fungsi yang fatal, karena sebagai satu-satunya saluran yang akan
membawa air bersih ke dalam rumah dan membawa air limbah rumah tangga yang
kotor keluar rumah.


Sumber Gambar:
Home[dot]co[dot]id
Memasang saluran pipa juga tidak
sembarangan, karena kita harus memperhitungkan banyak hal. Misalnya saja adalah
mempertimbangkan jarak kamar mandi, bak cuci piring, wastafel dan keran air
dengan saluran pembuangan. Kita harus membuat sistem plumbing dalam satu sistem
yang sama, tidak terpisah-pisah dan usahakan lurus. Hal ini dimaksudkan supaya
tidak mudah mampet karena banyak kelokan, mudah saat perawatannya dan juga
mudah untuk mengontrol sistem aliran airnya.

Namun kalaupun terpaksa harus
membuat sistem pipa berbelok, maka kita bisa menggunakan sambungan pipa atau
menggunakan fitting yang sesuai dengan keperluan. Jangan lupa juga untuk
menggunakan lem pipa jika diperlukan. Sebab tidak cuma menggunakan lem
atau perekatan saja, ada juga yang menggunakan beberapa metode, misalnya
penyambungan pipa dengan cara dipanaskan.

Lem untuk pipa disebut sebagai
adhesive, berupa cairan kental yang bisa merekatkan dua buah pipa atau
sambungannya. Hal yang harus diperhatikan adalah harus memilih lem yang tak
cuma memberikan jaminan rekat dengan cepat, tetapi bisa merekatkan pipa dalam
jangka waktu yang lama sehingga bisa bermanfaat lebih lama.

Ada jenis lem yang membutuhkan
waktu kering lebih lama saat merekatkan kedua jenis pipa, namun memberikan
jaminan rekat dalam waktu yang lebih lama juga. Hal itu terjadi karena adanya
proses senyawa kimia sehingga membuat sambungan kedua pipa menjadi terlihat
nyaris sempurna, seakan tidak ada sambungan. Ini tentu sangat memuaskan, selain
terlihat lebih rapi namun juga lebih rapat sehingga tidak bocor ataupun rembes.

Adapun bahan dari lem itu sendiri
terdiri dari dua jenis, yakni bahan alami dan juga sintetis atau bahan buatan.
Memang bahan buatan itu lebih cepat kering, tapi cepat hilang pula manfaatnya
yakni merekatkan pipa. Sementara itu yang alami lebih lama keringnya, tetapi
lebih bagus kualitasnya sebab lebih lama daya rekatnya. Untuk mendapatkan lem pipa kualitas rekat yang lebih baik,
bisa berkonsultasi di toko bangunan terdekat.