Kursi Bonceng Anak, Apakah Aman?

Saat ini semakin banyak kreasi para
pengendara motor. Seperti yang sedang marak 
belakangan ini (walaupun sudah banyak yang menggunakannya sejak lama)
yaitu pemakaian kursi untuk pembonceng anak saat diajak ke motor. Kebutuhan
akan daya angkut yang lebih banyak di motor telah membuka peluang lebih besar
akan kehadiran peralatan ini.

Banyak penjual yang beralih dengan
berjualan beragam kursi bonceng anak untuk
diletakkan di bagian depan motorm bahan kursi bonceng anak yang banyak beredar
adalah yang terbuat dari bahan kayu rotan yang biasa dipasangkan untuk motor
bebek dan motor skutik. Banyak penjual yang beralasan mengapa mereka berjualan
kursi boncengan anak ini adalah untuk kenyamanan anak ketika sedang dibonceng
oleh orang tuanya mengenakan motor.
Memang saat ini banyak fenomena anak-anak
balita yang merasa tidak nyaman saat dibonceng oleh orang tuanya saat
mengendarai motor. Karena alasan itulah banyak perusahaan yang berinisiatif
membuat kursi bonceng anak ini agar anak
anak merasa lebih nyaman dan aman ketika berada di atas motor bersama dengan
orangtuanya. Selain memberi kenyamanan pada anak anak, kursi
bonceng anak
ini juga akan membuat orang tua  lebih berkonsentrasi saat mengendarai motor
dengan membawa anak-anaknya. 
Bagi yang belum pernah melihat produk kursi
boncengan anak, kursi tersebut terbuat dari bahan rotan. Di mana pada bagian
kaki bangkunya didesain sesuai dengan bentuk bagian dek tengah motor bebek dan
motor skutik sehingga membuat kursi ini tetap di tempat dan tidak bergeser saat
ditempati.
Kursi boncengan anak selain terbuat dari
bahan kayu roran, ada pula kursi boncengan anak yang terbuat dari pipa besi,
ada pula yang dapat dilipat, bahkan ada yang sampai yang memiliki seat belt
seperti carseat. Kursi bonceng anak ini
dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu berkisar antara Rp 100
ribu sampai Rp 150 ribu.
Selain difungsikan untuk  kenyamanan anak saat mengendarai motor,
banyak para penjual kursi boncengan anak yang mengatakan jika produk ini juga
dapat meningkatkan keamanan bagi anak-anak saat mengendarai motor  karena anak anda akan memiliki tempat
tersendiri saat di motor. Tetapi apakah statement itu benar?
Emerson Tantono, Network Development dan
Instruktur Senior Safety Riding PT Astra Honda Motor mengungkapkan bahwa
penggunaan kursi boncengan anak ini secara teori memang  lebih aman dibandingkan dengan ketika anak
berdiri di dek motor bebek atau motor skutik. Walaupun lebih aman tetapi
penggunaan kursi bonceng anak ini tetap tidak direkomendasikan untuk digunakan.
Tambahan lagi jika dalam teori kursi bonceng anak ini akan dapat memberikan
posisi duduk yang lebih mantap dan nyaman untuk anak-anak, namun karena balita
atau anak-anak belum mempunyai ilmu untuk melindungi diri dari suatu hal yang
membahayakan atau melindungi diri jika terjadi kecelakaan. Sehinga dengan
menggunakan kursi bonceng anak dapat menimbulkan akibat yang kemungkinan
terjadi tidak akan jauh berbeda dengan ketika anak-anak atau balita anda berada
dalam posisi digendong, diapit orang tua atau berdiri di atas dek tengah motor
untuk terjadinya suatu kecelakaan.
Untuk mendapatkan solusi yang paling aman,
menurut Emerson adalah dengan tidak mengajak atau membawa anak anak atau balita
ketika sedang berkendara motor, apapun alasannya. Karena dalam ilmu safety
riding orang yang dapat menjadi boncenger atau orang yang dibonceng adalah
hanya mereka yang sudah dapat memijakkan kaki di foot step yang berada di
belakang motor.
Selain itu, batas umur minimal bagi anak
anak yang bisa menjadi boncenger atau orang yang dibonceng adalah usia 12
tahun, karena di usia tersebut anak anak atau balita sudah mengerti risiko yang
berpeluang terjadi selain itu juga sudah dapat 
melindungi diri mereka ketika terjadi sebuah kecelakaan. Nah, silahkan
anda simpulkan sendiri.