8 Hal Wajib Dalam Dokumentasi API Yang Baik

 

Segala
kemudahan aktivitas sehari-hari saat ini tidak lepas dari peran serta kemajuan
teknologi. Anda dapat berkomunikasi dan mendapat segala informasi yang
dibutuhkan melalui website. Layanan web yang baik juga dipengaruhi oleh
dokumentasi API yang baik dan epik.

API
adalah singkatan dari Application Programming Interface yang artinya antarmuka
pemrograman aplikasi. API digunakan untuk menghubungkan antara satu aplikasi
dengan aplikasi lain, baik dari satu platform yang sama maupun dari lintas
platform.

Dengan
kata lain, API dapat didefinisikan sebagai sebuah spesifikasi kemungkinan dalam
memprediksi interaksi terhadap komponen perangkat lunak. API sendiri memiliki
fungsi untuk mempermudah pihak developer atau pengembang dalam mengembangkan
aplikasi.

API
mencangkup informasi tentang bagaimana aplikasi tersebut bekerja, namun saat
hendak menghubungkan ke aplikasi lain, API tidak perlu menjelaskan apa yang
terjadi saat aplikasi tersebut berjalan. Perhatikan contoh berikut, jika API
merupakan sebuah kendaraan, maka kendaraan tersebut memiliki komponen berangkat
lunak.

API
memiliki semua informasi tentang apa yang dilakukan oleh kendaraan seperti
memgerem, mempercepat, menyalakan AC, dan lain sebagainya. API tidak perlu menjelaskan
apa yang sedang terjadi pada mesin kendaraan saat anda menginjak pedal gas,
begitulah cara kerja API dalam penjelasan singkat.

Bagi
developer, membuat source code yang kurang terstruktur sangatlah mudah. Namun
hal tersebut akan menghasilkan API web yang berpengaruh pada website yang tidak
rapih dan acak-acaknya. Sehingga dokumentasi API harus dirancang sedemikian
rupa untuk mempermudah user dan developer saat menggunakannya.

Dokumentasi
API yang baik dan benar adalah sebuah jembatan untuk menjadi seorang API writer
profesional. Ada beberapa syarat penulisan API yang perlu anda ketahui, berikut
ini 8 syarat penulisan API yang baik:

1.    Keterangan yang berisi method atau resource
ditulis secara jelas dan baik, hak tersebut akan memudahkan developer dan user
untuk memahami latar belakang dari sebuah aplikasi melalui API.

2.    Terdapat daftar parameter yang menyertakan
tipe, spesial formatting, aturan, dan keterangan yang digunakan dalam
method/resource.

3.    Sample call disertai dengan sambungan
langsung ke media type body.

4.    Media type body disertai dengan sample body

5.    Sejumlah bahasa pemrograman yang dibuat
memiliki contoh code

6.    Terdapat contoh SDK dari cara mengakses
method/resource yang digunakan sesuai dengan bahasa dari SDK tersebut.

7.    Terdapat tautan ke resource tambahan seperti
blog atau website tertentu.

8.    Terdapat ruang untuk berbagi dan
mendiskusikan code di dalam aplikasi tersebut seperti comment section.

Terdapat
beberapa syarat lainnya untuk menjadi seorang API writer yang baik, namun ke
delapan hal yang disebutkan merupakan syarat utama yang wajib tersedia. Secara
singkat, pendokumentasian API dapat dimulai dari merubah sudut pandang terlebih
dahulu, yaitu sudut pandang developer menjadi user.

Sehingga
seorang API writer dapat lebih memahami apa yang dibutuhkan oleh user ketika
menggunakan sebuah aplikasi. Sehingga penulisan API akan sesuai dengan tujuan
dan kebutuhan yang diperlukan oleh seorang user.

Penulisan
API yang baik tidak hanya menguntungkan bagi pihak pengembang tetapi juga pihak
pengguna. Contoh pengguna API yang umum digunakan saat ini adalah Google API
dan API facebook, kedua API tersebut berasal dari industri teknologi raksasa di
dunia.

Demikianlah
penjelasan singkat mengenai dokumentasi API yang perlu anda ketahui. Informasi
lainnya dapat anda temukan di situs kami dan akan menyuguhkan informasi lain
dan bermanfaat untuk anda.